Thursday, January 23, 2014
In Vodka We Trust
Trus....percaya sama supirnya????
Friday, October 25, 2013
Saung Angklung Udjo
Saung Angklung Udjo terletak di jl. Padasuka no. 116, Bandung. Jauh? macet? ya wayahna....hihi....tapi dijamin, puas deh. Saung Angklung Udjo dibangun pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena atau juga dikenal sebagai Mang Udjo bersama dengan istrinya, Uum Sumiati, dengan tujuan melestarikan seni dan budaya tradisional Sunda.
Saya datang sore ini menemani rombongan dari Jakarta, teman-teman Ayahtio, yang akan homestay di Lembang. Selain menikmati pertunjukan dan belanja souvenir, mereka juga akan makan malam di sini.
Jadi...Saung Angklung Udjo selain menyajikan pertunjukan angklung setiap hari mulai pukul 15.30 sampai 17.00, juga menjual souvenir khas sunda/Jawa Barat yang menurut saya sih cukup lengkap dan harganya terjangkau. Harga sepasang wayang masih bisa diperoleh dengan harga di bawah 100ribu, kain-kain batik dengan kualitas sedang juga bisa diperoleh dengan harga yang sama. Gantungan kunci, ballpoint berbentuk wayang juga bisa jadi souvenir yang murah meriah untuk dibagikan kepada teman.
Untuk rombongan, SAU juga menyediakan katering dengan menu sunda (nasi, sambal lalab, sayur asem, perkedel, ikan asin, ayam goreng, ikan goreng/pepes dll) yang akan disajikan di halaman belakang, dan ditemani alunan musik angklung (meski bukan live karena anak-anak pemain angklung sudah bubar kalau malam :D)
nah.....momen di atas saya ambil karena ini adalah pertunjukan yang baru saya lihat, pertunjukan angklung petik, jadi angklungnya sudah terikat, gak bergoyang-goyang bebas, jadi seperti main kecapi.
Oh iya....selain main angklung bareng (lagunya You Raise Me Up loh :D) anak-anak juga melakukan sedikit permainan tradisional
Tiket masuknya sekarang Rp. 50.000/orang untuk WNI, untuk WNA kalau tidak salah Rp. 100.000
mahal? ah...enggak juga sih...karena selain dapat souvenir kalung angklung mini, juga dapat soft drink, dan pertunjukkan yang disajikan dijamin memuaskan
Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilihat di http://www.angklung-udjo.co.id/
You raise me uuppp......
Thursday, October 10, 2013
My Soulfood....Basoooo
Guilty pleasure, tapi gimana ya, emang sedep ngebaso sambil rumpi-rumpi cantik, bisa 2 mangkok sendiri :(
Yang kiri cuanki serayu, keringan plus baso doang, yang kanan mie baso suroto di belakang BIP, dua-duanya nongkrong di trotoar, tapi asiikkkk
Saturday, September 15, 2012
Pepes Ayam
Description:
Mumpung masih ada daun pisang sisa bikin lontong.....bikin pepes ah....
Sayang, kemanginya gak ada, jadi ada wangi yang kurang di dalam pepesnya, tapi gak apa - apa, masih enak kok tanpa kemangi juga.
Ingredients:
500 gr ayam, potong kecil, berikut tulangnya (kalo mau ringkes, pake fillet aja)
1/2 st garam
1 sm air jeruk nipis
3 batang daun serai, iris halus
1 ikat kemangi (kalau ada)
4 lembar daun salam, potong - potong
Daun pisang untuk membungkus
Bumbu halus:
10 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 buah cabe merah, buang bijinya
2 cm kunyit
1 cm laos
1 cm jahe
4 butir kemiri
2 st garam
Directions:
1. Lumuri ayam dengan garam dan air jeruk nipis, remas-remas, sisihkan.
2. Haluskan bumbu, campur bersam ayam, daun salam, daun kemangi dan serai, aduk rata, diamkan selama 1 jam hingga meresap.
3. Bungkus ayam dengan daun pisang menjadi 8 bungkus (sesuai selera), semat dengan lidi, kukus 30 menit hingga matang.
Sajikan hangat
Saturday, August 11, 2012
Preview Perahu Kertas
Lagi-lagi dapat undangan preview film :D
Kali ini lokasinya di Ciwalk, dan jam 8 pagi aja....Ciwalknya juga belum buka...haha
Filmnya cantik sekali, jadi semangat buat nerusin baca bukunya *lho....hihi....iya....saya belom tergerak untuk menamatkan buku ini, syukurlah filmnya bisa menarik minat buat nerusin baca lagi
Friday, April 27, 2012
Preview Ambilkan Bulan
Monday, April 02, 2012
The Beautiful Pangalengan
.
Ini adalah tur pertama yang ku-organize sendiri. Peserta terdiri dari 22 orang dari Akademi Pariwisata Trisakti, 14 orang anggota milis beeters, 9 orang panitia, 2 awak bis.
Perjalanan dimulai dari depan gedung sate, berangkat menuju Pangalengan pukul 9 pagi.
Kunjungan pertama adalah Pabrik Susu KPBS(Koperasi Peternak Bandung Selatan). Disana kami melihat versi paling sederhana dalam pengolahan susu yaitu dengan cara pasteurisasi. Karena sederhana, daya tahannyapun hanya sekitar 5 hari, tidak seperti susu UHT yang bisa berbulan-bulan. Disini kami bisa membeli susu cup 250ml dengan harga Rp.1200 saja.
Selanjutnya menuju Pabrik Olahan Susu, Permen TK. Usaha rumahan milik ibu Hj. Ipah Datipah ini memproduksi permen karamel, noga susu,dodol susu, dan kerupuk susu. Disini juga bisa dibeli kripik kentang yang diproduksi keluarga ibu Ipah yang lain. Belanja....belanja....
Selanjutnya menuju pabrik teh Malabar (tiket Rp. 3000/orang + guide Rp. 20.000) yang didirikan oleh Meneer Bosscha. Disini kami melihat pengolahan daun teh hingga menjadi teh dalam kemasan. Sayangnya.....kami tidak diperkenankan membeli teh selain dalam bentuk teh celup! Teh dalam bentuk teh hitam seperti untuk teh tubruk hanya untuk diekspor ke Jepang, Inggris dll, yang kemudian akan kembali masuk ke Indonesia dalam berbagai merek, yang pastinya lebih mahal! Tapi kami bisa icip - icip teh fresh dari pabrik di sana. (gambar 3)
Sebelum ke penginapan di wisma melati, kami mampir ke makam Bosscha (gambar 2) yang ada di tengah kerimbunan pohon di tepi kebun teh. Kami juga melewati sebuah SD, yang dibangun oleh Bosscha sebagai bentuk kepedulian terhadap anak - anak pemetik teh.
Rombongan tiba di Wisma Melati (tarif Rp. 275.000/malam, 4 kamar) milik PTP VIII, langsung menyerbu kamar mandi, bersih - bersih dan siap - siap makan malam.
Menu makan malam Soto Ayam, dengan dessert puding buah. Semua dibuat sendiri olehku, dibawa dari Bandung dalam bentuk matang, tinggal menghangatkan. Lega....semua hidangan licin tandas.....rasanya terbayar semua capekku semalaman memasak semua ini.
Keesokan harinya, kami melakukan tea Walk (tarif Rp. 2000/orang + guide Rp. 25.000) menuju gunung Nini. Lumayan....jalannya nanjak...cape...
Pukul 10, siap - siap pulang. Foto - foto dulu di depan rumah Bosscha (fotonya nanti di upload deh)
Mampir dulu ke kebun Strawberry di Cimaung.....Good Bye Pangalengan....
Sunday, April 01, 2012
Ikan Kukus
Description:
Dapet resepnya dari acara demo masak bersama Tupperware beberapa waktu yang lalu, tapi kok resepnya ilang.....hihihi.....jadi aja googling karena kata chef yang ngasih demo masaknya, ini chinese food klasik, jadi resepnya sama aja....dan betul sekali....langsung dapet deh resepnya.
Ikannya lebih enak kalau sudah dalam bentuk fillet, dipotong agak tebal, jadi gak repot misahin duri. Tambahan daun kol, memberi rasa manis buat ikan kukus ini......yang pasti, bikinnya beneran dalam sekejap mata :D
Ingredients:
1/2 kg ikan berdaging tebal (bisa gurame, kakap, dori)
3 batang daun bawang, potong agak panjang
2 buah jamur kancing, iris ---->tadi gak pake, karena gak ada
6 helai daun kol, potong melebar
2 cm jahe, diiris memanjang
2 siung bawang putih, iris tipis
1/4 cup kecap asin
1/8 cup air
1 sm minyak wijen --->tambahan saja, biar wangi
1 cabe merah, iris serong tipis
daun ketumbar segar, untuk hiasan dan penambah aroma
Directions:
1. Siangi ikan, cuci bersih
2. Siapkan kukusan, panaskan.
3. Siapkan pinggan tahan panas, susun separuh kol di dasarnya, taburkan sebagian jahe dan bawang putih, susun ikan dan jamur di atasnya, taburi dengan sisa jahe dan bawang putih, tutup dengan sisa lembaran kol, taburi atasnya dengan cabe merah iris. Tuangi kecap asin, air dan minyak wijen
4. Masukkan ke dalam kukusan, kukus selama kurang lebih 15 menit saja (sampai ikan matang)
5. Angkat, taburi dengan daun ketumbar, sajikan hangat dengan nasi pulen
Friday, December 09, 2011
I Fu Mie ala Ibutio
Description:
Tadi siang nemu mie khusus buat i fu mie ini di superindo deket sekolah Tio, langsung diborong karena sudah berminggu-minggu nyari mie khusus buat i fu mie di pasar-pasar, kosong melulu.
Ternyata satu porsi i fu mie ini jadinya lumayan banyak juga :D trus tadi ngegoreng mienya di minyak yang terlalu panas, jadi agak gosong pinggirnya...heuheu
Untuk sayurannya, silakan pakai sayur-sayuran sesuai selera saja, mie-nya juga kalo gak nemu yang khusus buat i fu mie, bisa pake mie basah/mie yang direbus, trus digoreng sambil dibentuk bulat
Selamat menikmati :) *sementara nikmati aja fotonya yah* ;)
Ingredients:
1 pak mie untuk i fu mie
Kuah siram:
100 gr udang kupas
100 gr cumi kupas, potong bulat
5 buah baso, iris
100 gr fillet ayam, potong dadu
1 batang wortel, potong serong
1 kembang kol ukuran kecil, lepaskan kuntumnya
2 rumpun (apa ya satuan yang tepat?) pakcoy, potong-potong
2 siung bawang putih, geprek, cincang kasar
1 butir bawang bombay kecil, cincang kasar
1 batang daun bawang, iris
1 batang seledri, iris
1 buah tomat kecil, potong kecil
500 ml kaldu
1 sm maizena, larutkan dalam sedikit air
garam, merica, gula secukupnya
1 sm minyak wijen + 2 sm minyak goreng untuk menumis
Directions:
1. Goreng mie untuk i fu mie dengan minyak banyak dan panas hingga kering
2. Tumis bawang dengan campuran minyak wijen hingga wangi, masukkan udang, ayam, dan cumi, aduk hingga berubah warna.
3. Masukkan sayuran kecuali pakcoy, aduk rata, tuangi kaldu, beri bumbu, biarkan mendidih.
4. Tuangi larutan maizena, aduk hingga kental, menjelang diangkat, masukkan pakcoy dan daun bawang seledri.
5. Tuangkan kuah sayuran di atas mie yang sudah ditata di atas piring, hidangkan panas-panas
Monday, November 28, 2011
KBB#26 : Panettone (Italian Christmas Bread)
Horeee....tugas KBB terakhir tahun ini. Menyambut natal kali ini, maka tantangannya adalah membuat roti natal ala Itali yaitu Panettone. Sebenernya sih beberapa kontak saya di MP ini sudah pernah posting resep Panettone ini, tapi belum tergerak sekali pun untuk membuatnya di dapur sendiri. Itulah kelebihan bergabung dengan KBB, dipaksa manggang yang tidak pernah kepikiran buat dipanggang Ternyata si Panettone ini ada sejarahnya lho, roti ini pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490an, diisi buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin (tapi biar tambah berwarna, saya tambahkan ceri merah dan hijau juga). Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan.
Biar seru, ada legenda di balik panettone ini, kisah yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak perempuan seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni yang lalu terdengar jadi panettone
Berikut resep dan step by stepnya :
Sumber: The Worldwide Gourmet
1 buah lemon, diparut kulitnya
sejumput garam
2-3 cup tepung
6 sm sukade/manisan buah dipotong dadu kecil
100 gr mentega (+2 st untuk olesan)
4 st sultana
4st kismis --->versi saya : ditambahkan kepingan almond
1 st vanilla
Cara membuatnya :
Taburkan 1 st gula pasir dan ragi bubuk ke dalam susu hangat dan biarkan selama 3 menit; aduk dan simpan di tempat yang hangat (misalnya di dalam oven yang baru dimatikan) hingga adonan mengembang dua kali lipat, selama kurang lebih 5 menit.
Tuangkan adonan ragi ke dalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanila, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Tambahkan 2 cup tepung terigu secara bertahap hingga konsistensi adonan menjadi lembut dan mudah dibentuk menjadi bola. Tambahkan mentega secara bertahap, dan aduk hingga adonan menjadi lembut dan elastis
tambahkan sisa tepung hinggal adonan menjadi kokoh dan lembut tapi tidak lengket; tempatkan bola adonan di permukaan yang ditaburi tepung, uleni selama kurang lebih 10 menit. Ketika adonan sudah lembut, letakkan di atas mangkuk; taburi dengan sedikit tepung, tutup dengan serbet dan taruh di tempat hangat selama kurang lebih 45 menit hingga mengembang dua kali lipat.
Tinju adonan perlahan, dan keluarkan dari mangkuk, tambahkan buah kering dan uleni hingga buah tercampur rata, tapi jangan diuleni berlebihan.
Alasi loyang roti besar dengan kertas coklat yang sudah diolesi mentega, letakkan adonan di atasnya, dan beri keratan di atasnya (saya pilih pakai loyang panettone mini yang banyak dijual di toko, satu loyang kecil berisi kurang lebih 70 gr adonan)
tutup dengan kertas roti dan biarkan mengembang lagi di tempat hangat selama 15 menit.
Lepaskan kertas roti; oles permukaannya dengan mentega
Panggang dalam oven bersuhu 200°C (400° F); letakkan di rak tengah, panggang selama 10 menit. Turunkan suhu oven menjadi 160° C (350° F) dan lanjutkan memanggang hingga 30-40 menit, olesi lagi dengan mentega; angkat roti saat permukaannya berubah keemasan dan renyah.
Wednesday, September 28, 2011
KBB #25 Devonshire ‘Birthday Party’ Tea

Hip..hip...horeee..... Tak terasa KBB udah ulang tahun yang ke-4 saja.
Kata mbak Arfi....udah bisa naik sepeda
Ulang tahun kali ini akan berpesta ala Inggris yaitu dengan pesta minum teh dengan scone buatan sendiri. Kalo baca acara minum teh, jadi teringat sama buku-bukunya Enid Blyton. Mau lagi piknik naik sepeda, mau sedang liburan di pulau, yang namanya acara minum teh pasti tidak dilewatkan
Untuk sajian scones-nya saya pakai resep di bawah ini dengan tambahan choco chips dan almon
Scones
Sumber: Edmonds Cookery Book, NZ.
Untuk 12 potong
3 cup tepung terigu
6 sdt baking powder
¼ sdt garam
75g mentega
1 - 11/2 cup susu segar
ekstra susu untuk olesan
coklat chip dan almon keping untuk variasi isi
Cara membuatnya :
Ayak tepung, baking powder, dan garam ke dalam mangkuk.
Masukkan mentega dan remas hingga berbulir2 seperti remah roti.
Tambahkan susu dan aduk cepat menggunakan pisau sampai adonan lembut. Gilas beberapa kali.
Tabur tepung sedikit ke atas baking tray. Letakkan dan tekan-tekan adonan scones di atas baking tray.
Iris 12 potongan yg sama. Sisakan jarak 2cm antara satu scones dengan yang lainnya.
Olesi susu segar di atas scones. Panggang dengan oven 220C selama 10 menit atau hingga matang kecoklatan.
Mari pesta minum teh ala Devonshire
Lulus lagiMonday, May 30, 2011
KBB#23 Cheesy Fun
Huwaaa....tantangan kali ini mudah dan lezat, tapi berat di kantongTuesday, May 24, 2011
Cup Cake Brokus
Description:
Dipersembahkan untuk adikku yang mendadak rajin memasak....heuheuheu.
Resep ini dulu pernah diuji coba bareng-bareng ibu-ibu di TKnya Tio, dan hasilnya jelas memuaskan :D
Resep aslinya dari milis Dapur Bunda, dimodifikasi sedikit sesuai kebutuhan :D
Ingredients:
100 gram tepung terigu
150 gram gula pasir halus
4 butir telur
150 ml minyak goreng
30 gr cokelat bubuk
1/2 sdt vanili
1 st baking powder
Directions:
1. Ayak tepung terigu, cokelat bubuk, vanila dan baking powder, sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai mengembang, masukkan campuran tepung aduk rata, terakhir masukkan minyak goreng,
3. Masukkan ke dalam loyang bolu kukus yang sudah dialasi cup kertas
4. Kukus selama 20 menit dengan api sedang.
5. Angkat dan hidangkan.
Saturday, November 27, 2010
KBB#20 Kue Bangket
Menarik....karena saya blom pernah bikin, dan lihat bahannya, sederhana banget, semua ada di lemari, tepung sagu, gula, susu kental manis dan margarin. Resepnya juga bebas pakai resep mana saja, tapi saya memilih resep bangket susu yang diberikan bersama surat cinta, dengan modifikasi penambahan jahe, wijen dan gula palem.
Sempet jiper karena Bunty yang sudah bikin duluan bilang, adonannya mawur banget....haduh....bagaimana ini???
Ternyata dapat bocoran lagi....pakai cetakan kue satu, teken-teken yang kuat, mawur juga gak masalah, jadi pede deh bikinnya
Bahan-bahannya seperti yang disebut di atas tadi.....tapi tepung sagu-nya disangrai dulu pakai daun pandan
lalu siapkan cetakan kue satu (btw....ini cetakan sudah dibeli sejak jaman dulu kala, akhirnya kepake juga....hihihi)
Tekan-tekan sampai padat, lalu keluarkan dengan cara mengetuknya pelan-pelan. Meskipun ada 4 macam motif bunga, tapi yang terpakai hanya 2, yang dua lagi agak sulit mengeluarkannya, jadi hasilnya kurang cantik.
Susun di atas loyang, siap dipanggang, gak usah lama-lama, cukup 15-20 menit saja.
daann....ini dia hasilnya......tadaaaa Bangket Wijen Jahe yang langsung lumer begitu masuk mulut.....nyem...nyem....nyem....
Mari lestarikan kue kering asli Indonesia


















